Short Story

•December 18, 2013 • 4 Comments

Image

Hai hai haiii, penasaran ya kenapa saya masang foto cowok keren nan kece di postingan saya? Itu SUAMI saya lho, *pamer

Buat apa sih saya majang foto keren nan kece itu di postingan saya? Ya buat ikut challengenya emak Winda donk. hehe. Ceritanya saya ini pengen ikutan lagi tantangan dari emak Winda. Setelah dipilih-pilih foto yang termasuk dalam kategori smart, gaul dan kreatif akhirnya saya memilih foto tersebut, karena yaa kalian bisa liat sendiri kan disitu suami saya yang bernama Ferri jago banget main gitar, dari gaya gaul abis dan keliatan kreatif.

Foto itu diambil pada tahun 2008, psst itu tahun jadiannya saya sama suami saya lho. *curhat mode on*  Untuk acaranya sendiri digelar di daerah Klaten tepatnya saya kurang tahu. Acara tersebut sebenarnya acara perlombaan band, tapi ada selingan fashion show juga untuk memeriahkan acara tersebut. Resi Sangita nama band suami saya itu yang beranggotakan 5 orang termasuk suami saya membawakan sebuah lagu ciptaan sendiri yang berjudul “Di hatiku”. ah, liriknya book. hehe.

Sebelum lomba di Klaten mereka menang di semi final yang diadakan di Tegal, tapi memang belum rejeki, mereka kalah di final. Walaupun band mereka kalah, tapi band mereka selalu menang di hati saya, iya apalagi gitarisnya. :p

Kalah bukan berarti pulang ga membawa apa-apa ya. Mereka membawa segudang pengalaman yang menurut saya membuat band tersebut menjadi lebih baik lagi. 🙂banner lomba

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel”

Advertisements

#Day1 : Tak Kenal Maka Tak Sayang

•December 17, 2013 • 4 Comments

Yuhuu guys, mau coba ikutan tantangan “Ngeblog 30 Hari” ah. Siapa tahu bisa nambah temen, nambah suami juga mungkin *dilempar golok sama suami* hehe

Ah, hari pertama aja sayanya ngepost udah kisruh begitu. Tapi gapapa lah ya. Kisruh yang penting bikin senyum. *Keluarin jurus senyuman maut* :p By the way, saya ini pengen punya banyak temen, banyak kenalan, banyak yang sayang sama saya. Tapi tanpa perkenalan apa bisa saling menyangi? Makanya yuk mari kita kenalan. hehe

Okeh, langsung aja ya. Saya ini namanya ga bagus-bagus amat, ga jelek juga, tapi selalu bikin teringat dan gampang dikenang lho. Hayaahh. Back to the topic, nama saya Hesti Wulandari. Gampang diingat kan? Kece lagi namanya. bhihihi. Saya lahir tepat saat bulan purnama makanya ada nama Wulan yang terselip disitu. Dan nama Hesti itu diambil dari nama orangtua saya, Eti dan Ari. Ga nyambung ya? Iya saya juga ngiranya begitu, tapi itu kata ortu saya meen.

Saya ini Lahir pada tanggal 16 juli 1992, tapi saya ini uda jadi emak-emak lho. Iya, emak-emak gaul. hehe. Punya cindil 1 yang gemesin abis, ini faktor emaknya yee. Punya suami juga 1 (emang maunya berapa hah?!). Tapi selain sibuk dan berkutat dengan keluarga, saya juga masih berkutat dengan kuliah, masih semester 5 bok. Lagi galau kepengen cepet-cepet lulus T.T

Oya, saya ini tinggal di Purwokerto, yang lagi berkunjung ke purwokerto atau ada yang tinggal di Purwokerto mampir-mapirlah ke rumah emak yang galau ini tapi masih tetep kece. Ya udah ya kenalannya segini dulu, udah ditungguin noh sama anak. hehe

Image

Definisi Smart

•December 15, 2013 • 6 Comments

Menjadi smart bukanlah perkara mudah atau susah, tetapi bagaimana dengan kita, mau atau tidak. Hanya mengandalkan otak saja itu bukanlah smart, karena smart itu mempunyai pengetahuan yang lebih secara otak, emosional dan tingkahlaku. Orang yang smart juga bisa dengan cepat memecahkan masalah karena mereka memliki pengetahuan yang luas , pengalaman yang membuat mereka tahu harus bertindak seperti apa. Dan untuk menjadi smart itu dekat dengan kata “proses”. Yap, setiap orang harus berproses. Proses atau berpengelaman yang menghasilkan pengetahuan baru untuk kita. Hei hei, ini bukan hanya belajar matematika seperti di buku cetak atau menghapalkan semua yang diajarkan oleh guru. Tetapi semua pengetahuan yang kita dapat baik secara akademik ataupun di luar akademik, seperti belajar memasak, belajar menjadi ibu yang baik atau belajar dari curhatan-curhatan teman juga termasuk pengetahuan baru yang membuat otak, emosional dan tingkahlaku harus bekerja seperti apa kedepannya agar kita menjadi seseorang yang smart.

Tidak jarang kita melihat orang yang pandai berargumen tetapi isi dari argumen tersebut tidak memiliki makna bahkan cenderung hanya argumen yang menonjolkan sikap untuk menegatifkan seseorang. Apalagi berargumen di jejaring sosial seperti yang sering kita dengar sebagai “tweet war”. Mereka menilai atau berargumen seperti yang mereka lihat. Seolah apa yang mereka lihat memang yang sebenarnya terjadi. Tetapi seperti apa yang mereka lihat saja tidaklah cukup, setiap orang memiliki hak untuk sebuah rahasia yang mereka simpan yang terkadang mereka membuka sedikit rahasia tersebut untuk melegakan pikiran mereka sehingga membuat orang lain terkadang salah paham, karena hanya mendapatkan informasi sepotong-sepotong saja. So, jangan terlalu gegabah untuk mengambil kesimpulan bahwa yang kita lihat adalah benar. Nah disinilah peran otak, emosional dan tingkahlaku kita bekerja, harus seimbang agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak dan merugikan diri kita sendiri.

E ehh, iya dink itu pengalaman pribadi saya. muehehe (jadi malu). Tapi itu dulu cyiin, ya itu, pengalaman, proses, setiap orang pasti berproses untuk menjadi seseorang yang smart. Otak saya ga bego-bego amat, tapi karena emosi dan tingkahlaku saya pada saat itu belum bisa saya handle ya jadilah saya seenak jidat begitu. Jadi otak saya ketutup sama emosi saya, orang-orang ngetweet saya ke ge-eran, lalu emosi, lalu membalas berargumen. Bener-bener ga smart 😦

Lalu smart juga sering diartikan cepat belajar, apa yang mereka pelajari cepat diserap oleh otak kita. Kenapa seperti itu? Ok, saya jadi ingat kata-kata dari teman saya, “Otak kita harus sering diasah, harus sering distimulus (dirangsang). Jangan dibiarkan saja, bisa-bisa otak kita jadi stuck alias tidak berkembang” Lalu, bagaimana cara mengasah otak kita? Ya belajar, membaca, ya membaca apa saja seperti buku pelajaran, tapi kalau sedang malas bisa juga dengan membaca majalah atau koran atau bisa juga buku bacaan yang lain. Yang terpenting menambah wawasan kita. Sering mengerjakan soal-soal juga termasuk mengasah otak, dengan soal-soal, kita dapat merangsang otak kita untuk menemukan solusi dari soal tersebut seperti TTS, mengerjakan soal matematika atau mengerjakan soal-soal yang lain yang diberikan oleh guru/dosen juga bisa untuk mengasah otak kita. Makanya pada rajin-rajin mengerjakan tugas ya anak-anak *pasang muka galak* hehehe

Lakukanlah stimulus secara konsisten, agar otak kita cepat berkembang dan cepat belajar atau cepat menangkap sesuatu yang kita pelajari, karena terbiasa dengan apa saja yang membuat otak kita berpikir untuk mencari solusi. Tapi sekali lagi guys, mengandalkan otak saja tidak cukup. Memang untuk menjadi smart itu butuh otak yang encer yang mempunyai pengetahuan yang luas, tapi jika kita tidak bisa mengandalikan emosi dan tingkahlaku kita dalam bertindak apakah kita akan terlihat smart? Tidak, itu menurut saya. Karena smart itu bisa menggunakan pengetahuan yang mereka dapat disaat yang tepat. Maksudnya mereka tidak menggurui karena kita bisa merasa orang tersebut sok smart, mereka terlalu menganggap bahwa mereka yang paling smart.

Melalui proses atau pengalaman dalam hidup saya seperti pengalaman di pendidikan formal atau non formal saya cakup menjadi satu untuk melanjutkan perjalanan hidup saya yang pasti selalu ada ujian untuk melangkah selanjutnya menjadi seseorang yang smart. Seperti lakukan sesuatu hal dengan berbekal pengetahuan kita untuk membantu orang lain, menyenangkan orang lain dengan karya kita, berbagi ilmu dengan orang lain dan selalu mengontrol emosional dan tingkahlaku kita dalam setiap ujian yang kita hadapi. Dengan bermodalkan pengetahuan yang saya dapat serta sekarang saya lebih bisa menghandle emosi dan tingkahlaku saya, setiap masalah yang datang, saya selalu dan harus bisa mengontrol atau mengatur apa yang saya cerna dari masalah tersebut melalui otak saya, apa yang akan terjadi jika saya melakukan hal seperti ini atau seperti itu, dan mengambil kesimpulan bahwa saya akan bagaimana nantinya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan seperti itu saya merasa lebih smart dalam hidup saya. Dapat menyelesaikan masalah tanpa bermasalah adalah smart.

Image

 

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel”

Si Kampret

•December 9, 2013 • 2 Comments

Hari ini, hari yang sangat membosankan. Tidak ada kabar dari sang kekasih, tidak ada ucapan selamat pagi. Hpku sepi. Sepi sesepi-sepinya. Ingin kubanting saja biar ramai. oh God, kenapa jadi ikut-ikutan seperti di film AADC? aiiisshh…

Aku berjalan gontai memasuki gerbang sekolahku dengan perasaan campur aduk. Sudah 2 hari memang pacarku tidak menghubungiku, tumben sekali. Padahal setiap hari dia selalu rutin mengirimiku pesan selamat pagi. Hpku selalu bunyi setiap saat hingga aku jengah. Tapi sekarang aku malah jengah dengan hpku yang nganggur. Entahlah, ada yang mengganjal disini, di hati ini. 

Akhirnya aku sampai di kelas, aku menaruh tasku asal-asalan di atas meja hingga membuat teman sebangkuku heran. Yap, dia ini kepo-er. Selalu ingin tau segala hal, seperti balita saja. huh. Tunggu, sebentar lagi pasti dia bertanya.

“Key, Kamu kenapa? Kusut banget? Ada gosip ga enak ya? Apa apa? Cepet kasih tau.”

Nah kan. Aku bilang juga apa. Dasar kepo-er. Tapi sejujurnya aku sedang butuh tempat untuk mencurahkan keluh kesahku. Baiklah, karena aku sedang berbaik hati, keliatannya temanku ini sudah penasaran tingkat akut karena keningnya sudah berkerut-kerut yang menandakan kalo dia penasaran mampus sama berita dariku.

“hmm, Fredi..” Belum selesai aku bercerita temanku sudah memotongnya. “oh, si kampret. Kenapa dia? Bikin ulah? Sinih maju. Biar aku yang menghadapi.” Ujarnya sambil melinting lengan bajunya. Ya ampun, kalo seperti ini masalah bukan selesai tapi malah semakin runyam. Errghh

“Tenang Sar, ga seperti yang kamu bayangin kok. Ini cuma perasaanku saja. Belum ada kejelasan memang. Tapi “

“Tapi apa key? Ngomong jangan sepotong-sepotong gitu donk bikin tambah penasaran nih.” Issh, ini anak mulutnya comel banget ga bisa diem.

“Iya iya, udah 2 hari ini Fredi ngga menghubungi aku. Biasanya dia selalu rutin walaupun cuma sms. Makanya aku jadi berpikiran yang enggak-enggak sama si kampret itu.”

“Berpikiran yang enggak-enggak?” Sari mengerling ke arahku. Seketika aku tau apa yang ada dipikirannya.

“Woii. Dasar mesum. bukan itu yang aku maksud omes. Maksudku itu berpikiran kalo si kampret punya wanita lain. hiihh”

“Oh, ngobrol donk dari tadi.”

“Kan dari tadi kita udah ngobrol dodol.”

Disaat emosiku semakin memuncak, ruang kelas yang tadinya ricuh oleh anak-anak kelas seketika sunyi dan digantikan oleh suara nyanyian selamat ulang tahun. Suara itu, suara itu, sepertinya aku kenal. Dan mucullah sosok yang aku rindukan sekaligus yang menyebalkan selama 2 hari ini. Si kampret dengan membawa sepotong kue ulang tahun di tangannya yang sedang mendekat ke arahku dengan menyanyikan lagu ulang tahun. Aku sudah tau jawabannya, jawaban atas kegelisahanku selama ini, selama 2 hari ini. Si kampretku, Frediku memberikan kejutan untukku. I Love U Kampret, I Love U Fredi. Kamu sudah berhasil dengan misimu untuk membuatku gelisah. Dan aku terharu. 

I Sure Miss U a Lot!

•December 8, 2013 • Leave a Comment

Berada jauh darimu membuatku mengerti arti sebuah kerinduan.

Rindu yang kadang menyesakkan dada. Tapi inilah rasa, rasa yang harus kita syukuri. Bukan mengeluh, tapi meminta kepada Allah agar seseorang yang kita rindukan selalu berada dilindungannya.

Image

Maju Kena Mundur Kena

•December 8, 2013 • Leave a Comment

Ehem… Saya ini lagi mengalami masa-masa sulit mungkin. Sulit karena dibikin sendiri lebih tepatnya. 😀

Kalo bahasa anak jaman sekarang itu lagi bimbang bingiiit. halah. Ya, masalah pendidikan. Pendidikan yang lagi saya jalani. Lebih tepatnya saya ingin mundur dari jurusan yang saya ambil dan mengambil jurusan baru. hellooo, saya belum ngomong ya kalo saya ini masih kuliah dan sudah semester 5. What? Semester 5? Dan mau pindah jurusan? Ga sayang tuh?

Oke, saya mau mencoba mencurahkan isi hati saya. (deu, bahasanya :p) Saya mungkin salah mengambil jurusan ini, mungkin. Tapi saya sok cuek, pura-pura ga ngehlah. Entah itu nilai ambles seambles-amblesnya saya tetep jalan. Sampai pada suatu hari salah satu dosen saya memberi pencerahan untuk kelas saya (iya, soalnya di kelas saya surem gitu. bhuihihi) yang dimana kata pak dosen “Semester 5 adalah semester penentuan, anak itu maju atau mati. Maju karena ijazahnya bisa digunakan untuk melamar kerja atau mati karena ijazah tidak bisa untuk melamar kerja alias IPK kurang dari 2,75” Oughh, jleb banget meeeen. Pak dosen kayanya lagi nyindir saya. Kepikiran deh kepikiran. 😦 Walaupun emang kalo kata ortu, “rejeki itu sudah ada yang mengatur, dan kita tidak berhak untuk mencap diri kita akan seperti apa nanti karena kita bukan Tuhan.” I know, tapi lihatlah dengan realita. Untuk mendaftar pekerjaan sekarang kebanyakan IPK harus diatas 2,75. Sedangkan saya masih jauh di bawah itu 😦

Dengan begitu saya jadi kepikiran ingin pindah jurusan. Jurusan yang menurut saya, saya dapet feelnya. Saya mampu, saya sanggup. Tapi entahlah, orangtua saya kurang setuju. Saya tahu mereka kecewa, tapi saya ingin membahagiakan mereka dengan cara saya sendiri bukan dengan cara mereka. Terdengar egois? Entahlah.

Semoga secepatnya saya mendapatkan ilham akan bagaimana saya nanti. Amin

Sukses itu sederhana

•February 27, 2013 • Leave a Comment

Sukses adalah dimana saat kita berada dititik kepuasan tertentu, dengan hasil kerja keras kita, dan yang terpenting adalah membuat orang yang kita cintai bahagia.

Karena sukses menurut saya tidak selalu diartikan dengan menjadi orang besar, kaya raya atau mempunyai pekerjaan yang hebat. Sukses adalah bahagia. As simple as you know, but itu sangat berkesan.

Have a great day 🙂