Si Kampret

Hari ini, hari yang sangat membosankan. Tidak ada kabar dari sang kekasih, tidak ada ucapan selamat pagi. Hpku sepi. Sepi sesepi-sepinya. Ingin kubanting saja biar ramai. oh God, kenapa jadi ikut-ikutan seperti di film AADC? aiiisshh…

Aku berjalan gontai memasuki gerbang sekolahku dengan perasaan campur aduk. Sudah 2 hari memang pacarku tidak menghubungiku, tumben sekali. Padahal setiap hari dia selalu rutin mengirimiku pesan selamat pagi. Hpku selalu bunyi setiap saat hingga aku jengah. Tapi sekarang aku malah jengah dengan hpku yang nganggur. Entahlah, ada yang mengganjal disini, di hati ini. 

Akhirnya aku sampai di kelas, aku menaruh tasku asal-asalan di atas meja hingga membuat teman sebangkuku heran. Yap, dia ini kepo-er. Selalu ingin tau segala hal, seperti balita saja. huh. Tunggu, sebentar lagi pasti dia bertanya.

“Key, Kamu kenapa? Kusut banget? Ada gosip ga enak ya? Apa apa? Cepet kasih tau.”

Nah kan. Aku bilang juga apa. Dasar kepo-er. Tapi sejujurnya aku sedang butuh tempat untuk mencurahkan keluh kesahku. Baiklah, karena aku sedang berbaik hati, keliatannya temanku ini sudah penasaran tingkat akut karena keningnya sudah berkerut-kerut yang menandakan kalo dia penasaran mampus sama berita dariku.

“hmm, Fredi..” Belum selesai aku bercerita temanku sudah memotongnya. “oh, si kampret. Kenapa dia? Bikin ulah? Sinih maju. Biar aku yang menghadapi.” Ujarnya sambil melinting lengan bajunya. Ya ampun, kalo seperti ini masalah bukan selesai tapi malah semakin runyam. Errghh

“Tenang Sar, ga seperti yang kamu bayangin kok. Ini cuma perasaanku saja. Belum ada kejelasan memang. Tapi “

“Tapi apa key? Ngomong jangan sepotong-sepotong gitu donk bikin tambah penasaran nih.” Issh, ini anak mulutnya comel banget ga bisa diem.

“Iya iya, udah 2 hari ini Fredi ngga menghubungi aku. Biasanya dia selalu rutin walaupun cuma sms. Makanya aku jadi berpikiran yang enggak-enggak sama si kampret itu.”

“Berpikiran yang enggak-enggak?” Sari mengerling ke arahku. Seketika aku tau apa yang ada dipikirannya.

“Woii. Dasar mesum. bukan itu yang aku maksud omes. Maksudku itu berpikiran kalo si kampret punya wanita lain. hiihh”

“Oh, ngobrol donk dari tadi.”

“Kan dari tadi kita udah ngobrol dodol.”

Disaat emosiku semakin memuncak, ruang kelas yang tadinya ricuh oleh anak-anak kelas seketika sunyi dan digantikan oleh suara nyanyian selamat ulang tahun. Suara itu, suara itu, sepertinya aku kenal. Dan mucullah sosok yang aku rindukan sekaligus yang menyebalkan selama 2 hari ini. Si kampret dengan membawa sepotong kue ulang tahun di tangannya yang sedang mendekat ke arahku dengan menyanyikan lagu ulang tahun. Aku sudah tau jawabannya, jawaban atas kegelisahanku selama ini, selama 2 hari ini. Si kampretku, Frediku memberikan kejutan untukku. I Love U Kampret, I Love U Fredi. Kamu sudah berhasil dengan misimu untuk membuatku gelisah. Dan aku terharu. 

Advertisements

~ by jkdcdjhcidhui on December 9, 2013.

2 Responses to “Si Kampret”

  1. hahahaha aku udah duga sih endingnya, ciee yg dapet suprise dari pacarnya ciee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: