Definisi Smart

Menjadi smart bukanlah perkara mudah atau susah, tetapi bagaimana dengan kita, mau atau tidak. Hanya mengandalkan otak saja itu bukanlah smart, karena smart itu mempunyai pengetahuan yang lebih secara otak, emosional dan tingkahlaku. Orang yang smart juga bisa dengan cepat memecahkan masalah karena mereka memliki pengetahuan yang luas , pengalaman yang membuat mereka tahu harus bertindak seperti apa. Dan untuk menjadi smart itu dekat dengan kata “proses”. Yap, setiap orang harus berproses. Proses atau berpengelaman yang menghasilkan pengetahuan baru untuk kita. Hei hei, ini bukan hanya belajar matematika seperti di buku cetak atau menghapalkan semua yang diajarkan oleh guru. Tetapi semua pengetahuan yang kita dapat baik secara akademik ataupun di luar akademik, seperti belajar memasak, belajar menjadi ibu yang baik atau belajar dari curhatan-curhatan teman juga termasuk pengetahuan baru yang membuat otak, emosional dan tingkahlaku harus bekerja seperti apa kedepannya agar kita menjadi seseorang yang smart.

Tidak jarang kita melihat orang yang pandai berargumen tetapi isi dari argumen tersebut tidak memiliki makna bahkan cenderung hanya argumen yang menonjolkan sikap untuk menegatifkan seseorang. Apalagi berargumen di jejaring sosial seperti yang sering kita dengar sebagai “tweet war”. Mereka menilai atau berargumen seperti yang mereka lihat. Seolah apa yang mereka lihat memang yang sebenarnya terjadi. Tetapi seperti apa yang mereka lihat saja tidaklah cukup, setiap orang memiliki hak untuk sebuah rahasia yang mereka simpan yang terkadang mereka membuka sedikit rahasia tersebut untuk melegakan pikiran mereka sehingga membuat orang lain terkadang salah paham, karena hanya mendapatkan informasi sepotong-sepotong saja. So, jangan terlalu gegabah untuk mengambil kesimpulan bahwa yang kita lihat adalah benar. Nah disinilah peran otak, emosional dan tingkahlaku kita bekerja, harus seimbang agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak dan merugikan diri kita sendiri.

E ehh, iya dink itu pengalaman pribadi saya. muehehe (jadi malu). Tapi itu dulu cyiin, ya itu, pengalaman, proses, setiap orang pasti berproses untuk menjadi seseorang yang smart. Otak saya ga bego-bego amat, tapi karena emosi dan tingkahlaku saya pada saat itu belum bisa saya handle ya jadilah saya seenak jidat begitu. Jadi otak saya ketutup sama emosi saya, orang-orang ngetweet saya ke ge-eran, lalu emosi, lalu membalas berargumen. Bener-bener ga smart 😦

Lalu smart juga sering diartikan cepat belajar, apa yang mereka pelajari cepat diserap oleh otak kita. Kenapa seperti itu? Ok, saya jadi ingat kata-kata dari teman saya, “Otak kita harus sering diasah, harus sering distimulus (dirangsang). Jangan dibiarkan saja, bisa-bisa otak kita jadi stuck alias tidak berkembang” Lalu, bagaimana cara mengasah otak kita? Ya belajar, membaca, ya membaca apa saja seperti buku pelajaran, tapi kalau sedang malas bisa juga dengan membaca majalah atau koran atau bisa juga buku bacaan yang lain. Yang terpenting menambah wawasan kita. Sering mengerjakan soal-soal juga termasuk mengasah otak, dengan soal-soal, kita dapat merangsang otak kita untuk menemukan solusi dari soal tersebut seperti TTS, mengerjakan soal matematika atau mengerjakan soal-soal yang lain yang diberikan oleh guru/dosen juga bisa untuk mengasah otak kita. Makanya pada rajin-rajin mengerjakan tugas ya anak-anak *pasang muka galak* hehehe

Lakukanlah stimulus secara konsisten, agar otak kita cepat berkembang dan cepat belajar atau cepat menangkap sesuatu yang kita pelajari, karena terbiasa dengan apa saja yang membuat otak kita berpikir untuk mencari solusi. Tapi sekali lagi guys, mengandalkan otak saja tidak cukup. Memang untuk menjadi smart itu butuh otak yang encer yang mempunyai pengetahuan yang luas, tapi jika kita tidak bisa mengandalikan emosi dan tingkahlaku kita dalam bertindak apakah kita akan terlihat smart? Tidak, itu menurut saya. Karena smart itu bisa menggunakan pengetahuan yang mereka dapat disaat yang tepat. Maksudnya mereka tidak menggurui karena kita bisa merasa orang tersebut sok smart, mereka terlalu menganggap bahwa mereka yang paling smart.

Melalui proses atau pengalaman dalam hidup saya seperti pengalaman di pendidikan formal atau non formal saya cakup menjadi satu untuk melanjutkan perjalanan hidup saya yang pasti selalu ada ujian untuk melangkah selanjutnya menjadi seseorang yang smart. Seperti lakukan sesuatu hal dengan berbekal pengetahuan kita untuk membantu orang lain, menyenangkan orang lain dengan karya kita, berbagi ilmu dengan orang lain dan selalu mengontrol emosional dan tingkahlaku kita dalam setiap ujian yang kita hadapi. Dengan bermodalkan pengetahuan yang saya dapat serta sekarang saya lebih bisa menghandle emosi dan tingkahlaku saya, setiap masalah yang datang, saya selalu dan harus bisa mengontrol atau mengatur apa yang saya cerna dari masalah tersebut melalui otak saya, apa yang akan terjadi jika saya melakukan hal seperti ini atau seperti itu, dan mengambil kesimpulan bahwa saya akan bagaimana nantinya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan seperti itu saya merasa lebih smart dalam hidup saya. Dapat menyelesaikan masalah tanpa bermasalah adalah smart.

Image

 

“Blogpost ini diikutsertakan dalam Lomba Ultah Blog Emak Gaoel”

Advertisements

~ by jkdcdjhcidhui on December 15, 2013.

6 Responses to “Definisi Smart”

  1. menuntaskan masalah tanpa masalah yaa mak 😀
    Goodluck buat kontesnya 🙂

  2. iya iya sering banget nemuin orang yg pinter berargumen tp sebenernya ga ada maknanya cuma buat menjatuhkan aja, dan yg pasti sih smart itu butuh proses dan usaha

  3. Haloo, Emak Gaoel mampir ngecek-ngecek peserta.
    Terima kasih ya sudah ikut meramaikan Ultah Blog Emak Gaoel.
    Good luck! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: